Tuntut Penyelesaian Kasus Novel, Demo HMI Jatim Sempat Ricuh – Djamal Aziz dotcom

Unjuk rasa sejumlah kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Jawa Timur yang menuntut penuntasan kasus penyiraman air keras terhadap Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan, di depan Markas Polda Jatim, Surabaya, sempat diwarnai kericuhan.

Pada saat demonstrasi, Senin (15/4) sejak 10.00 WIB, Badan Koordinasi (Badko) HMI Jatim membentangkan poster dan orasi protes.

Kericuhan antara massa HMI dan petugas kepolisian itu dipicu lantaran mahasiswa memaksa masuk ke sisi dalam Mapolda. Mengantisipasi hal itu, gerbang depan Mapolda sempat ditutup sementara. Arus keluar masuk kendaraan menjadi tersendat.

Ketua Umum Badko HMI Jatim Yogi Pratama mengatakan aksi ini adalah bentuk kekecewaan pihaknya lantaran polisi dinilai lamban dalam menyelesaikan kasus tersebut.

“Dua tahun sudah kasus ini ditangani oleh kepolisian, namun hingga saat ini kepolisian masih belum bisa menyelesaikan kasus tersebut,” kata Yogi, di sela aksi.

Tuntutan Kader HMI Jatim dalam demo di depan Mapolda Jatim.

Yogi menyebut HMI Jatim pun telah melakukan kajian dengan mendatangkan langsung anggota Ombudsman RI pada hari, Jumat (12/4) malam lalu, tepat di dua tahun peristiwa penyiraman Novel. Hasilnya, ada empat kejanggalan dalam kasus tersebut.

“Yang pertama, terjadinya malaadministrasi dalam penyelidikan. Kedua, pihak kepolisian tidak melakukan olah TKP. Ketiga, barang bukti banyak. Empat, surat perintah penyidikan dan penyelidikan yang tidak memiliki batas waktu,” kata dia.

Empat temuan itulah yang kemudian dijadikan pedoman oleh HMI sebagai pertimbangan untuk mengambil sikap tegas, dan memberi peringatan kepolisian, juga termasuk tuntutan dalam aksi ini.

“Jadi maksud kami ke Polda Jatim, Polda harus mendukung gerakan moral kami dengan menandatangani pakta integritas yang sudah kami buat sehingga nanti bisa fax kepada Kapolri,” kata dia.

Pihaknya akan menunggu tindak lanjut kepolisian dalam kasus tersebut setidaknya hingga dua bulan ke depan. Jika tidak, HMI Jatim pun meminta agar Kapolri Jenderal Tito Karnavian dicopot dari jabatannya.

“HMI Jatim meminta kepada Polri, dalam waktu kurun dua bulan harus segera menuntaskan kasus ini. Kalaupun tidak nanti Kapolri harus melakukan konferensi pers untuk mengatakan bahwa dirinya ini tidak bisa menyelesaikan kasus Novel Baswedan, dan pada saat itu dirinya harus menyatakan mengundurkan diri dari (jabatan) Kapolri,” kata dia.

Peringatan dua tahun kasus Novel Baswedan, di depan gedung KPK, Jakarta, 11 April.

Sumber : CNN Indonesia
Djamal Aziz dotcom bukan pemilik berita diatas.

  •  
  • 224
  •  
  •  
    224
    Shares
WhatsApp chat