Tolak Pemain Kulit Hitam, Eks Timnas Rusia Terancam Sanksi – Djamal Aziz dotcom

Pesepakbola veteran Rusia Pavel Pogrebnyak berpeluang mendapatkan sanksi lantaran ucapan kontroversial terkait naturalisasi timnas Rusia berdarah Brasil, Ariclenes da Silva Ferreira.

Pogrebnyak, dikutip dari FoxSports, bakal diperiksa oleh Komisi Anti-Diskriminasi Liga Rusia. Pogrebnyak kemungkinan akan mendapat sanksi berupa denda atau larangan bertanding.

Selain ancaman sanksi yang menanti komentar Pogrebnyak juga dikecam oleh banyak pihak, termasuk Mikhail Fedotov, Kepala Dewan Hak Asasi.

“Saya percaya bahwa semua pemain sepak bola yang bermain baik dan memiliki kewarganegaraan Rusia punya hak untuk mewakili tim nasional Rusia,” ujar Fedotov.

Pavel Pogrebnyak terancam sanksi akibat komentar yang diucapkan.

Pogrebnyak mengutarakan ketidaksetujuannya pada pemanggilan Ariclenes da Silva Ferreira atau yang dikenal dengan nama Ari.

“Sungguh konyol ketika pemain kulit hitam bermain untuk tim nasional Rusia.”

“Saya tidak setuju dengan hal ini [naturalisasi terhadap pesepakbola asing]. Tidak ada kebutuhan terkait hal itu. Saya tak mengerti mengapa Ari mendapat paspor Rusia,” kata Pogrebnyak yang sempat bermain di Liga Inggris bersama Fulham dan Reading ini.

Menurut Pogrebnyak, sudah selayaknya Rusia memaksimalkan potensi yang dimiliki pemain-pemain Rusia dan tidak bergantung pada sosok pemain asing Liga Rusia yang akhirnya dinaturalisasi.

Pogrebnyak yakin pemain-pemain Rusia juga bisa membuat tim nasional tampil kompetitif. Pogrebnyak juga menyinggung kehadiran Mario Fernandes, pemain Brasil lainnya yang juga sudah membela timnas Rusia.

“Sungguh bisa ditertawakan bila pemain kulit hitam mewakili tim nasional Rusia.”

“Mario Fernandes adalah pemain hebat. Namun Rusia juga memiliki Igor Smolnikov di posisinya. Kami bisa melakukannya dengan sama baiknya tanpa pemain asing,” ujar Pogrebnyak.

Pogrebnyak mengoleksi 33 caps dan mencetak delapan gol untuk timnas Rusia selama 2006 hingga 2012.

Sumber : CNN Indonesia
Djamal Aziz dotcom bukan pemilik berita diatas.

WhatsApp chat