Tak Bayar Iuran, ESDM Bakal Cabut Izin 25 Penyalur BBM – Djamal Aziz dotcom

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bakal mencabut izin badan usaha niaga bahan bakar minyak (BBM) dan gas bumi yang mangkir membayar iuran.

Tak cuma itu, Kementerian ESDM juga mengancam mencabut izin mereka yang tidak pernah hadir dalam rapat verifikasi volume dan rekonsiliasi iuran Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas).

“Pak Menteri (Menteri ESDM Ignatius Jonan) menegaskan izinnya dicabut untuk yang tidak pernah datang verifikasi dan tidak pernah membayar iuran,” ujar Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa saat menghadiri rapat dengan Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Gedung DPR, Senin (18/3).

Fanshurullah mengungkapkan verifikasi pembayaran iuran dilakukan setiap tiga bulan sekali terhadap 164 badan usaha niaga BBM dan 22 badan usaha niaga gas.

Namun, tahun lalu, sebanyak 43 badan usaha niaga BBM dan gas tidak pernah menghadiri verifikasi volume dan rekonsiliasi iuran.

Jika dirinci, sebanyak 41 badan usaha di antaranya merupakan badan usaha niaga BBM dan 2 badan usaha niaga gas bumi.

Sebanyak 27 badan usaha niaga tidak membayar iuran, di mana 25 badan usaha di antaranya merupakan badan usaha niaga bbm, dan 2 badan usaha niaga gas.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, beberapa badan usaha yang tidak membayar iuran kantornya sudah tak beroperasi.

Disebutkan Fanshurullah, BPH Migas telah mengumpulkan iuran dari kegiatan badan usaha niaga BBM dan gas bumi sebesar Rp1,35 triliun sepanjang tahun lalu atau meningkat 17 persen dari tahun sebelumnya.

Sekitar Rp950,67 miliar di antaranya berasal dari kegiatan usaha niaga BBM dan sisanya gas.

Selain itu, dari kegiatan pengawasan sejak 2016, BPH Migas telah menyelamatkan sebanyak 6,39 juta kiloliter (kl) BBM atau setara dengan Rp72,35 miliar.

Berikut daftar Badan Usaha Niaga BBM yang tidak pernah membayar iuran:
1. PT Anayaka Persada
2. PT Bangun Mitra Sejahtera
3. PT Berau Banker International
4. PT Emar Elang Perkasa
5. PT Endo Budiarto Bersaudara
6. PT Energi Nusantara Prima
7. PT Fajar Bintang Mandiri
8. PT Gemilang Trymo Mulyatama
9. PT Hj Nurfadiah Jaya Angkasa
10. PT Hude Trindo Niaga Bahari
11. PT Intim Perkasa
12. PT Intim Putera Perkasa
13. PT Khatulistiwa Raya Energy
14. PT Nusantara Daya Energi
15. PT Patra Buana Putra
16. PT Petrobas
17. PT Pumas Petro Lampung
18. PT Puninar Mitra Abadi
19. PT Putra Niaga Sagara
20. PT Roulina Energi
21. PT Sae Petroleum Indonesia
22. PT Sembilan Muara Abadi Petroleum Gas
23. PT Senjo Energi Indonesia
24. PT Vian Rama Pratama
25. PT Lautan Luas Tbk

Sumber : CNN Indonesia
Djamal Aziz dotcom bukan pemilik berita diatas.

WhatsApp chat