Tabloid Indonesia Barokah: Alamat Fiktif dan Opini Menghakimi – Djamal Aziz dotcom

Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan calon presiden-wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno baru saja melaporkan tabloid Indonesia Barokah ke kepolisian. Mereka menganggap konten dalam tabloid tersebut kontroversi dan menyudutkan Prabowo-Sandi.

Indonesia Barokah memiliki lambang berupa gambar wilayah Indonesia ditambah masjid berwarna hijau dengan latar belakang merah putih. Tertulis slogan ‘Membumikan Islam Rahmatan Lil ‘Alamin’.

Tabloid ini sudah terbit beberapa edisi. Salah satunya mengusung berita utama atau headline ‘Reuni 212: Kepentingan atau Kepentingan Politik’ terbit pada Desember 2019.

Konten di dalamnya cenderung menyerang kubu paslon 02 Prabowo-Sandi. Misalnya pada halaman 6, Indonesia Barokah memuat liputan khusus berjudul ‘Membohongi Publik untuk Kemenangan Politik? Membongkar Strategi Semprotan Kebohongan.’ Dilengkapi dengan karikatur Ratna Sarumpaet, Fadli Zon, Sandiaga Uno, dan Prabowo Subianto.

Ada pula tulisan berjudul ‘Prabowo Marah Media Dibelah’ di halaman berbeda. Tidak ketinggalan, Indonesia Barokah juga mengulas agenda Hizbut Tahrir melawan negara-bangsa.

Di halaman lainnya, ada berita tentang capres petahana Joko Widodo. Namun, tergolong bernada positif. Misalnya pada halaman 13 ada konten berjudul ‘Jokowi Targetkan Bangun 1.000 BLK di Pondok Pesantren.’ Di halaman yang sama juga tertera tulisan bertajuk ‘Pemerintah Luncurkan Beasiswa untuk Santri’.

Salah satu sudut Jalan Haji Kenkemi, Rawa Bacang, Pondok Melati, Bekasi. Tidak ada kantor redaksi tabloid Indonesia Barokah di lokasi ini.

Masih dalam edisi yang sama, Indonesia Barokah mencantumkan nama-nama susunan redaksi. Dari pemimpin umum, pemimpin redaksi, redaktur pelaksana hingga bagian distribusi dan sirkulasi dicantumkan. Total anggota redaksi berjumlah 13 orang.

CNNIndonesia.com lantas menyambangi alamat redaksi Indonesia Barokah yang tercantum di halaman 2. Alamatnya berlokasi di Jalan Haji Kerenkemi, Rawa Bacang, Jatirahayu, Pondok Melati, Bekasi.

Akan tetapi, jalan tersebut tidak ada. Di daerah Rawa Bacang hanya ada Jalan Kirinkeman.

Di jalan tersebut pun tidak ditemui kantor redaksi tabloid Indonesia Barokah. Tidak ada satu bangunan yang memasang plang sebagai kantor redaksi Indonesia Barokah. Jalan yang dimaksud juga tergolong pendek dan sepi.

Salah seorang warga yang tinggal di sekitar, Amel, mengaku tidak tahu ada kantor redaksi tabloid Indonesia Barokah di dekat rumahnya. Dia sudah tinggal selama 20 tahun dan tidak mengetahui jika ada kantor redaksi media cetak.

“Saya malah baru dengar. Setahu saya enggak ada. Coba aja cari-cari, mungkin dia enggak pasang plang. Tapi kayaknya enggak ada deh,” ucap Amel yang sehari-hari menjaga kiosnya, Kamis (24/1).

Sudut lain Jalan Haji Kenkemi, Rawa Bacang, Pondok Melati, Bekasi. Tidak ditemukan pula kantor redaksi tabloid Indonesia Barokah.

Warga yang lain, Adan, juga mengatakan hal senada. Dia mengatakan di sekitar rumahnya tidak pernah ada kegiatan penerbitan media cetak.

“Di sini enggak ada kantor di bidang media massa. Di sini juga rumah penduduk biasa semua. Kalau ada usaha, ya paling toko atau kios atau laundry,” ucap Adan.

Warga lainnya, Yati mengatakan sebelumnya juga ada beberapa orang yang mencari kantor redaksi Indonesia Barokah. Tutur Yati, mereka adalah anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

“Iya. Pada foto-foto jalan sini. Tadi siang,” kata Yati.

CNNIndonesia.com mencoba untuk menunggu di sekitar Jalan Kirinkeman dan jalan-jalan di dekatnya, yakni Jalan Haji Gering, Jalan Pasar Kecapi, dan Jalan Raya Rawa Bacang. Selama beberapa jam, tidak ada kendaraan yang nampak membawa atau menurunkan tumpukan kertas. Bahkan, di jalan tersebut pun tidak banyak orang berlalu-lalang.

CNNIndonesia.com lantas mencoba untuk menghubungi nomor ponsel yang tercantum dalam tabloid Indonesia Barokah. Akan tetapi, nomor itu tidak aktif. Selang beberapa jam kemudian, nomor yang sama tetap tidak bisa dihubungi.

Kubu pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno merasa dirugikan oleh tabloid Indonesia Barokah.

Alamat Plesetan

Anggota Dewan Pers Ratna Komala mengatakan pihaknya juga sudah melakukan investigasi sementara ke alamat redaksi yang tercantum dalam tabloid Indonesia Barokah.

“Ternyata alamatnya itu kayak diplesetin. Tertulis Jalan Kerenkemin tapi enggak ada. Yang ada Jalan Kirinkeman,” tutur Ratna saat dihubungi, Kamis (24/1).

Ratna mengatakan tim Dewan Pers sudah bertanya kepada warga sekitar dan Ketua RT serta Ketua RW setempat. Semuanya menjawab tidak tahu tentang keberadaan kantor redaksi Indonesia Barokah.

Tim ahli Dewan Pers masih melakukan analisis terhadap isi dari tabloid tersebut. Ratna mengatakan sudah ada beberapa temuan ganjil.

Dewan Pers, kata Ratna, menemukan bahwa tulisan yang dimuat dalam tabloid Indonesia Barokah bukan hasil peliputan. Itu semua berasal dari hasil liputan media lain yang sudah diberitakan.

“Comot sana comot sini dari liputan yang pernah ada,” ucap Ratna.

Gedung Dewan Pers, Jakarta.

Selain itu, Ratna mengatakan sejumlah tulisan dalam tabloid Indonesia Barokah mengandung opini. Tergolong tidak objektif, tidak cover both side, serta tidak ada konfirmasi.

“Ada berita atau tulisan yang kategori beropini menghakimi dan beriktikad buruk,” tutur Ratna.

Ratna mengatakan itu semua merupakan temuan dini pihak Dewan Pers. Analisis dan investigasi akan terus dilakukan terhadap tabloid Indonesia Barokah. Dalam waktu dekat, Dewan Pers akan mengeluarkan kesimpulan final.

“Dewan pers belum bisa mengatakan secara final kesimpulannya. Tapi sedang melakukan analisis isinya sambil investigasi,” kata Ratna.

Ratna juga mengatakan tidak pernah ada kelompok atas nama Indonesia Barokah yang mendaftarkan diri sebagai media massa ke Dewan Pers. Bahkan, Ratna menyebut dirinya baru mengetahui tabloid tersebut usai diberitakan sejumlah media.

Setahun lalu, sempat mencuat pula tabloid lain yang diduga partisan. Yakni, Independent Observer. Tabloid berbahasa Inggris itu cenderung memuat artikel yang memiliki nada positif bagi capres Prabowo Subianto. Partai Gerindra pun membantah pihaknya memiliki keterkaitan dengan tabloid itu.

Sumber : CNN Indonesia
Djamal Aziz dotcom bukan pemilik berita diatas.

WhatsApp chat