Soal Fanatisme Suporter, Begini Penegasan Mantan Exco PSSI

Mantan Excecutive Committee (Exco) PSSI, Djamal Aziz@Dhimas Fikri/MalangTODAY

MALANGTODAY.NET – Mantan Excecutive Committee (Exco) PSSI, Djamal Aziz kembali memberikan pernyataan tegas terkait fanatisme kebablasan ala suporter di Indonesia. Pernyataan Djamal itu masih sama pada saat dirinya menjadi pembicara dalam program Mata Najwa di Metro TV tahun 2016 lalu.

 

“Suporter itu harus tetap dijaga fanatismenya terhadap klub kecintaannya. Saya kan pernah ngomong, jadi perbuatan yang anarkis itu kita tolak, kita tidak mau terima itu, jadi kalau fanatisme harus dijaga supaya setiap tontonan sepakbola itu punya rasa heroik. Tidak akan berubah itu statmen saya,” tegas Djamal di Universitas Brawijaya Malang, Senin (1/10/2018).

 

Baca Juga: Resmi Pensiun, Ini Pesan Mantan Sekwan untuk DPRD Kota Malang

 

Pria kelahiran Surabaya itu juga menyampaikan, untuk meminimalisir terjadinya gesekan-gesekan antar suporter merupakan tugas yang harus diemban oleh PSSI dan aparat keamanan. Menurut Djamal harus ada pola untuk menangani suporter

 

“Kalau pemerintah hadir dan mau, enggak usah susah, nonton saja di Liga Eropa, bagaimana mengatur penonton,” katanya.

Djamal menyarankan, agar setiap klub di Indonesia bisa memberlakukan membership tahunan bagi suporter. Menurut Djamal, banyak keuntungan yang didapat baik oleh klub atau suporter jika ada membership tahunan.

“Jadi begini, kalau dia memang fanatisme Arema, kita jadikan member tahunan. Jadi dia tidak harus beli, ngantri, seperti klub-klub di Eropa itu, kalau dia fanatisme Arema ya member tahunannya Arema. Secara otomatis dia mendapatkan tiket untuk satu tahun, tapi mungkin kan kalau uang kontan agak berat, mungkin bisa dibayar 3 kali. Dan nanti tidak mungkin orang nonton yang bawa tiket tidak teridentifikasi,” jelas Djamal.

Lebih jauh, nantinya jika sudah diterapkan sistem membership suporter, bisa dibagi beberapa kategori.

“Ada grade A, B, C. Orang yang masuk member A itu selain dia sendiri mendapat tiket, dia bisa membeli tiket untuk kepentingan diluar dirinya itu maksimal 20 orang. 20 itu dipegang oleh dia, dan dibagikan pada kawan-kawannya, jadi kalau sampai terjadi apa-apa, dimana itu terjadi, orang itu yang bertanggung jawab,” tandasnya.

Reporter: Dhimas Fikri
Editor: Endra Kurniawan

WhatsApp chat