Rupiah dan Neraca Dagang akan Jadi Penggerak Utama IHSG – Djamal Aziz dotcom

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi menguat pada Selasa (15/1). Penguatan nilai tukar rupiah dan rilis dara neraca perdagangan bakal menjadi sentimen positif untuk pasar saham dalam negeri.

Analis Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya menuturkan nilai tukar rupiah yang bergerak stabil terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menjadi daya tarik buat investor untuk bertransaksi di pasar saham. Kemarin sore, Senin (14/1), rupiah bertengger di level Rp14.124 per dolar AS.

“Nilai tukar yang relatif cukup stabil dengan potensi penguatan yang cukup besar,” ungkap William seperti dikutip dari risetnya, Selasa (15/1).

Sementara, data neraca perdagangan periode 2018 dan Desember tahun lalu juga diramalkan positif atau lebih baik dari sebelumnya. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan defisit sebesar US$2,05 miliar, lebih tinggi dibandingkan Oktober 2018 sebesar US$1,82 miliar.

“Neraca perdagangan disinyalir akan cukup bagus turut menunjang penguatan IHSG dalam beberapa waktu mendatang,” kata William.

Kendati demikian, gejolak harga sejumlah komoditas akan menjadi tantangan tersendiri bagi pergerakan IHSG hari ini. Namun, William tetap optimistis indeks bangkit (rebound) hari ini.

“Hari ini IHSG berptoensi menguat, rentang pergerakan hari ini 6.123-6.421,” terang William.

Sementara, Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan masih melihat IHSG berada dalam area jenuh beli atau overbought. Dengan begitu, potensi IHSG untuk berbalik arah menguat akan sulit.

“Secara teknikal pergerakan IHSG mengindikasikan akan ada pelemahan dalam jangka pendek,” ucap Dennies melalui risetnya.

Ia memperkirakan IHSG bergerak dalam level support 6.305 sampai 6.375. Sementara, level resistance indeks diperkirakan di angka 6.362 sampai 6.389.

Sebagai informasi, IHSG kemarin melemah 0,39 persen ke level 6.336 usai menembus rekor dalam dua hari berturut-turut. Untungnya, pelaku pasar asing masih mencatatkan beli bersih (net buy) di pasar reguler sebesar Rp243 miliar.

Sumber : CNN Indonesia

Djamal Aziz dotcom bukan pemilik berita diatas.

WhatsApp chat