Rizieq Shihab Imbau Umat Islam Waspada DPT Digunakan WNA – Djamal Aziz dotcom

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab meminta kepada umat Islam agar memastikan diri terdaftar di Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2019. Menurut dia, itu penting agar warga negara asing (WNA) tidak menggunakan hak pilih yang dimiliki umat Islam.

Pesan Rizieq tersebut disampaikan oleh Sekretaris Umum DPP FPI Munarman.

“Habib Rizieq mendorong agar umat Islam memastikan dirinya terdaftar di dalam DPT. Jangan sampai justru NIK dan DPT-nya digunakan oleh WNA,” tutur Munarman saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (11/3).

Rizieq, kata Munarman, mendorong kepada semua anggota dan simpatisan FPI, alumni 212, serta umat Islam agar aktif mengecek status di DPT. Jangan sampai belum terdaftar.

Jika ada yang belum terdaftar, Rizieq meminta agar lekas mendaftarkan diri melalui registrasi online ke Komando Ulama Pemenangan Prabowo-Sandi (Koppasandi). Registrasi menjadi relawan juga dapat dilakukan melalui jalur yang sama.

Di hari pencoblosan, Rizieq juga mengimbau kepada semua WNI yang memiliki hak pilih untuk memastikan benar-benar memperoleh undangan memilih.

Lihat Juga :   KPU Bali Coret 68 WNA dari DPT - Djamal Aziz dotcom

“Jangan sampai hanya pemilih 01 yang mendapatkan undangan memilih,” kata Rizieq.

Rizieq lalu meminta umat Islam turut mengawal kotak suara dari TPS hingga level kecamatan. Kata dia, pengawasan perlu dilakukan agar tidak ada kotak suara yang ditukar, dihilangkan, atau dimanipulasi.

“Dan aktif menjadi saksi rekapitulasi di tingkat kecamatan,” kata Rizieq.

Menurut Rizieq, sejumlah hal itu patut dilakukan demi meminimalisir potensi kecurangan. Umat Islam sebaiknya berperan aktif agar Pemilu 2019 berjalan secara jujur dan adil.

Terlebih, lanjutnya, terbukti sejumlah WNA masuk dalam DPT di beberapa wilayah. Rizieq juga menyebut begitu banyak aparatur negara yang menjadi juru kampanye 01. Dia tidak mengatakan secara gamblang siapa aparatur negara yang dimaksud.

“Apalagi ada instruksi dari presiden agar ASN sipil dan militer menjadi jurkam keberhasilan pembangunan presiden. Ini merupakan pelanggaran berat terhadap asas fairness sehingga tidak ada lagi wasit dalam permainan ini. Wasitnya sudah berperan sebagai pemain,” ujar Rizieq seperti dikatakan oleh Munarman.

Sumber : CNN Indonesia
Djamal Aziz dotcom bukan pemilik berita diatas.

Lihat Juga :   KPU Bali Coret 68 WNA dari DPT - Djamal Aziz dotcom
WhatsApp chat