Ratusan Orang Tertipu Arisan Online Hampir Rp1 Miliar – Djamal Aziz dotcom

Sebanyak 161 orang menjadi korban penipuan arisan online Nurliza Shop yang dikelola oleh SN (20), warga Jalan Ariodillah, Kelurahan 20 Ilir D-I, Kecamatan Ilir Timur I, Palembang, Sumatera Selatan. Total kerugian yang diderita oleh seluruh korban mencapai Rp961 juta.

Salah satu korban, HD (23) mengaku sudah mengikuti arisan tersebut selama 3,5 tahun. Awalnya, warga kawasan Kenten, Palembang ini mengikuti arisan online ini tanpa keluhan. Namun pada awal Maret, mulai muncul gelagat tidak beres.

Saat HD hendak meminta uang yang memang giliran dirinya mendapatkan uang pada Maret tersebut, SN terus mengundur-undur dan berkilah belum bisa memberikan uangnya.

“Dia bilang terus bakal ditransfer. Tapi terus tidak ada kabar lagi. Uang saya yang ada di dia Rp16 juta,” ujar HD saat melapor ke Polresta Palembang, Kamis (28/3).

Lihat juga: Polisi Diminta Usut Penyuruh ‘Debt Collector’ Pinjaman Daring
HD bersama para korban lain sempat mendatangi kediaman SN untuk mempertanyakan uang mereka yang tak kunjung dibayar. Namun, sepekan lalu saat mendatangi rumah pelaku, rumahnya sudah tidak berpenghuni.

Korban lain, DI (23) mengaku kehilangan uang Rp13 juta gara-gara bandar arisan online ini menghilang tanpa membayarkan haknya. Dirinya mengaku sudah 2 tahun mengikuti arisan ini.

DI berujar setidaknya ada 161 anggota arisan online yang dikelola SN. Dari seluruh korban, baru 10 orang yang membuat laporan dengan total kerugian Rp111,4 juta.

Korban lainnya, PU (24), seorang mahasiswa perguruan tinggi swasta di Palembang hingga kini masih berupaya menghubungi SN.

“Saya baru tahu arisan Nurliza ini bermasalah setelah korban lain mengeluh. Makanya saya tanya yang lain, ternyata sama. Saya sudah mau lapor Jumat kemarin tapi berkas belum lengkap. Sekarang saya baru bisa melapor,” ujar dia.

PU mengaku merugi sebanyak Rp5 juta akibat ditipu oleh SN. Padahal dia sudah 2 tahun terakhir ikut arisan tersebut tidak pernah bermasalah.

Saat mendapat giliran uang pada Maret, sang bandar lebih banyak mengelak saat ditagih.

“Sudah 2 tahun ini lancar, awal Maret, kena nomor urut arisan diulur-ulur dan dijanjikan sampai sekarang. Saya sempat ketemu dan si bandar bilang belum semuanya bayar. Akhirnya dia jujur ada masalah dan berjanji melunasi. Belum sempat dibayar dia sudah hilang kabur,” ujar dia.

Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang Ajun Komisaris Heri mengatakan telah menerima laporan penipuan arisan online dari 10 orang tersebut.

“Informasinya ada ratusan korban, tapi baru 10 orang yang melapor. Kami imbau kepada korban lain untuk segera melapor ke polisi agar kasus bisa segera diselidiki,” ucap dia.

Sumber : CNN Indonesia
Djamal Aziz dotcom bukan pemilik berita diatas

WhatsApp chat