‘Pungut’ Dana Kompensasi KLB, Anies Resmikan JPO Rp53 Miliar – Djamal Aziz dotcom

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan pembangunan tiga Jembatan Penyeberangan Orang (JPO), Kamis (28/2). Diketahui, biaya revitalisasi sejumlah JPO ‘dipungut’ Anies melalui dana perubahan Koefisien Lantai Bangunan (KLB) di DKI Jakarta.

“Ini kemarin dibiayai melalui kompensasi Koefisien Lantai Bangunan (KLB) dan kemudian kita akan tuntaskan insyaallah bulan Mei semuanya selesai,” kata Anies saat Peresmian JPO di Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta, Kamis (28/2). Anies Baswedan menyatakan ada tiga dari lima JPO yang sudah siap digunakan.

Adapun tiga jembatan yang dibangun tersebut yakni JPO Bundaran Senayan, JPO Gelora Bung Karno dan JPO Polda Metro Jaya. JPO yang dibangun ini disebut Anies tak hanya baik dari segi fungsi, tapi juga baik dari segi seni.

“JPO ini dibangun dengan desain yang unik dengan artistik dan tata pencahayaan yang akan bisa menambah keindahan kota. Belum dibuka saja sudah menjadi salah satu rujukan pembuatan foto-foto urban di DKI,” ucap Anies.

Pembangunan ini juga disebut Anies bisa memberikan kenyamanan yang lebih bagi pejalan kaki dari segi fungsi. Dari segi infrastruktur JPO didesain lebar menyusul lokasi Bundaran Senayan sekitar yang diprediksi menjadi tempat padat pejalan kaki.

“Saya garis bawahi bahwa koridor Sudirman Thamrin adalah koridor yang memberikan kesempatan bagi pejalan kaki untuk bisa berjalan dengan leluasa,” ujar Anies.

Kepala Dinas Bina Marga DKI, Hari Nugroho menyatakan pembangunan tiga jembatan ini didanai oleh PT Permadani Khatulistiwa Nusantara sebagai bentuk kompensasi KLB. Perkiraan awal jembatan ini ditaksir senilai Rp53 miliar.

“Rp53 miliar tapi masih akan di dicek dan audit Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) dulu nilainya berapa,” ujar Hari.

Setelah selesai pembangunan seluruhnya, maka JPO ini bakal diserahkan kepada DKI dalam bentuk aset ke Dinas Bina Marga. Setelah diserahkan maka proses pemeliharaan akan menjadi tanggungjawab Dinas Bina Marga DKI.

Pantauan di lapangan, JPO ini dibangun dengan sistem artistik yang dilengkapi lampu LED dan lampu sorot. Di sekitaran JPO sudah ada sejumlah papan petunjuk dan pengarah jalan.

Tersedia pula CCTV yang menyala 24 jam serta tong sampah di sekitaran JPO. Namun, untuk lift belum terlihat betul rampung pengerajaanya. “Lift hanya fasilitas tambahan, sudah banyak yang ingin menggunakan,” tutur dia.

Dari penelusuran CNNIndonesia.com, PT Permadani Khatulistiwa Nusantara (PKN) membawahi sejumlah proyek prestisius di DKI Jakarta. PT PKN merupakan anak usaha dari Rajawali Property Group.

Di Jakarta, PT PKN membidani proyek properti terpadu bernama ‘Rajawali Space’ di Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan. Bersamaan dengan itu, PT PKN juga mengembangkan Hotel the St Regis Jakarta, The Residences at The St Regis, dan sejumlah hunian berstandar premium grade A.

Hotel St Regis sendiri memiliki 230 kamar deluxe dan 50 kamar suite, tinggi bangunan mencapai 55 lantai. Proyek ini ditargetkan rampung pada 2020.

Sumber : CNN Indonesia
Djamal Aziz dotcom bukan pemilik berita diatas.

WhatsApp chat