Pendapatan Samsung Turun di Q1 2019 – Djamal Aziz dotcom

Samsung Electronics mengumumkan bahwa perkiraan pendapatan mereka selama tiga bulan pertama akan meleset akibat merosotnya permintaan semikonduktor buatan mereka dan melambatnya permintaan panel layar.

Samsung mengeluarkan pernyataan ini terlebih dulu sebelum mereka mengumumkan panduan penghasilan mereka pekan depan.

Perusahaan pembuat cip mengalami pasokan berlebih akibat berkurangnya penjualan ponsel pintar serta menurunnya investasi dari perusahaan-perusahaan pusat data seperti induk Google, Alphabet dan Amazon yang menyediakan layanan awan Amazon Web Service.

“Perusahaan memperkirakan cakupan penurunan harga produk chip memori utama lebih besar dari perkiraan,” tulis Samsung dalam surat regulator untuk mengumumkan panduan pendapatan mereka minggu depan.

Samsung diprediksi akan mengantongi 7,2 trilliun won (lebih dari Rp900 trilliun) profit selama beroperasi dari bulan Januari hingga Maret. Berdasarkan Refinitiv SmartEstimate, jumlah ini lebih rendah sekitar 50 persen dari tahun lalu, dimana Samsung mendapat keuntungan 15,6 trilliun won (lebih dari Rp190 kuadrilliun). Refinitiv menunjukan bahwa angka penjualan Samsung jatuh dari 60.6 trilliun won, yang dicapat tahun lalu, menjadi 53.7 trilliun won.

“Menumpuknya persediaan chip memori, serta lemahnya peforma penjualan panel layar karena buruknya penjualan Iphone Apple, telah melukai keuntungan Samsung,” kata Lee Won-sik, analisis di Shinyoung Securities, dilansir dari Reuters.

Lihat juga: Tips Memaksimalkan Hasil Foto dengan Kamera Ponsel
Setelah mengalami keterpurukan pada tiga bulan pertama, Samsung mengharapkan penjualan produk memori ini akan pulih pada paruh kedua tahun ini. Harga cip memori memang jatuh lebih dari 20 persen dibawah rata-rata pada tiga bulan pertama.

“Dengan tujuan mengurangi tingkat persediaan, pemasok DRAM akan melakukan penurunan harga besar-besaran untuk memicu penjualan,” tulis DRAMeXchange, situs pelacak harga cip memori, pada Senin lalu.

Ketidak-pastian akan gesekan perdagangan antara Amerika dan China ini berimbas pada rancunya kondisi pasar elektronik global, kata analis.

Lihat juga: Membedah Performa Tiga Kamera Belakang Samsung Galaxy S10+
Samsung sendiri mengalami kejatuhan saham sebesar 0,9 persen, dimana pasar lain yang lebih luas ada pada posisi 0,2 persen lebih tinggi.

“Samsung memberikan sinyal kepada investor agar mereka dapat bersiap, dan agar tidak ada kejutan ketika Samsung merilis pendapatan tiga bulan pertamanya minggu depan,” kata Park Jung-hoon, manajer pendanaan HDC Asset Management.

“Sahamnya tidak terlalu bereaksi, karena kekhawatiran terkait tiga bulan pertama pendapatan telah disampaikan,” lanjutnya.

Sumber : CNN Indonesia
Djamal Aziz dotcom bukan pemilik berita diatas.

  •  
  • 1
  •  
  •  
    1
    Share
WhatsApp chat