‘Panggil Saya BTP’ dan Upaya Pemutihan Nama Ahok – Djamal Aziz dotcom

Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama sudah menggemakan perubahan nama panggilannya dari ‘Ahok’ menjadi ‘BTP’ sejak ia masih di dalam penjara. Hal itu disebut sebagai bentuk pembaruan merek alias rebranding sekaligus pemutihan nama dalam dunia politik akibat kasus penodaan agama.

Pada saat peluncuran buku berjudul ‘Kebijakan Ahok’ yang merupakan karyanya sendiri, Ahok menulis sebuah surat untuk publik. Surat tertanggal 12 Agustus 2018 tersebut, berisi ungkapan syukur Ahok atas terbitnya buku ‘Kebijakan Ahok’ tersebut.

Yang menarik, di akhir surat itu Ahok menitipkan pesan agar panggilannya diganti. Ahok ingin dipanggil dengan nama ‘BTP’.

“Semoga Tuhan memberikan kita damai sejahtera dan keadilan. Salam BTP. Catatan, panggil saya BTP,” kata Ahok dalam suratnya kala itu.

Saat itu, Staf Ahok, Sakti Budiono memastikan penggantian nama panggilan itu merupakan permintaan langsung dari mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut. “Basuki atau BTP lebih Jawani,” kata Sakti.

Permintaan penggantian nama panggilan itu, kembali disampaikan Ahok melalui sebuah surat yang ditulis Ahok dan diunggah oleh tim Basuki Tjahaja Purnama (BTP) melalui akun Instagram @basukibtp pada Kamis (17/1).

Surat itu sendiri berisi permohonan maaf Ahok atas segala tutur kata, sikap, dan perbuatan yang sengaja maupun tidak sengaja menyakiti hati warga. Dua lembar kertas bertulis tangan itu ditutup dengan permintaan agar publik memanggilnya BTP.

“Saya mohon maaf, dan saya keluar dari sini dengan harapan panggil saya BTP bukan Ahok,” tulis Ahok.

Tak ketinggalan, ia juga membuat akun Youtube ‘Panggil Aku BTP’. Akun itu dikatakannya akan mengunggah detik-detik kebebasan dirinya dari tahanan.

Diketahui, Ahok akan bebas dari Rumah Tahanan Kelas II Cabang Salemba di Markas Korps Brigade Mobil, Kelapa Dua, Depok, Kamis (24/1). Ia sebelumnya mendapat vonis dua tahun dalam kasus penodaan agama.

Pengamat politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Adi Prayitno mengatakan permintaan Ahok untuk mengubah nama panggilannya tersebut merupakan upaya rebranding, bahkan ‘pemutihan’ nama.

Pasalnya, kata Adi, nama ‘Ahok’ selama ini selalu diasosiasikan dengan kasus penistaan agama yang membuatnya harus mendekam di balik jeruji.

“Jadi upaya menghilangkan nama Ahok menjadi BTP itu adalah sebuah upaya untuk memutihkan nama baiknya,” kata Adi kepada CNNIndonesia.com, Senin (21/1).

Adi menuturkan rebranding tersebut bisa dimulai dari kalangan pendukungnya sendiri. Selain memudahkan upaya rebranding, hal itu kata Adi juga sekaligus menjadi pemicu semangat para pendukungnya.

Sebab, menurut Adi, kasus hukum yang menimpa Ahok mau tak mau memang sedikit menurunkan semangat para pendukungnya.

“Jadi dengan BTP ini diharapkan ada ‘new’ Ahok yang mampu membalikkan persepsi publik bahwa tentang masa lalu Ahok,” ujarnya.

Sedangkan bagi pihak yang selama ini kontra Ahok, sambung Adi, rebranding tersebut tidak bisa dilakukan hanya sekadar pada pergantian panggilan saja. Tetapi juga mesti dibarengi dengan perubahan sikap dari Ahok.

Sosok Ahok selama ini memang dikenal publik sebagai sosok yang meluap-luap saat berbicara, mudah marah, dan sebagainya.

Massa pendemo kasus penodaan agama yang menyeret Ahok

“Ahok menjadi BTP, personifikasi Ahok juga harus berubah, agak sedikit kalem,” ucap Adi.

Lebih dari itu, Adi beranggapan pergantian nama panggilan menjadi BTP tersebut memang merupakan sebuah upaya Ahok untuk jangka panjang. Termasuk bila nantinya Ahok kembali terjun ke dunia politik.

Adi menyampaikan pergantian nama panggilan tersebut Ahok menginginkan agar ke depannya dirinya tak lagi disangkutpautkan dengan kasus penistaan agama yang menimpanya.

Lihat juga: Ahok Segera Bebas dan Rizieq yang Tak Juga Pulang
“Ingin terlahir kembali sebagai sosok yang tidak memiliki masa lalu yang kurang baik, nah itu target jangka panjang,” ujarnya.

Lekat di Benak Publik

Dihubungi terpisah, pengamat komunikasi politik dari Universitas Padjajaran Dadang Rahmat Hidayat menilai nama ‘Ahok’ telanjur melekat di benak masyarakat. Karenanya, upaya rebranding menjadi BTP tak akan menghilangkan ‘Ahok’.

“Kalau menurut pandangan saya, nama seterkenal itu tetap aja enggak bisa hilang ya,” kata Dadang saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin.

Salah satu rangkaian Aksi Bela Islam yang menuntut penangkapan Ahok akibat kasus penodaan agama.

Pun jika nantinya kembali masuk ke dunia politik, Dadang berpendapat nama ‘Ahok’ tetap akan lebih menjual dibanding nama ‘BTP’.

“Tetap lebih terkenal dengan ‘Ahok’-nya” ucap Dadang.

Ia menyampaikan upaya Ahok untuk berusaha menghapus jejak masa lalunya, termasuk soal kasus penistaan agama dengan mengubah panggilan menjadi BTP, tidak akan bisa dilakukan begitu saja.

Sebab, menurut Dadang, segala sesuatu yang dilakukan oleh Ahok masih akan terus melekat dan tidak bisa dipisahkan begitu saja dari sosoknya.

“Terlepas dari apapun, Ahok sudah terkenal, bahkan mungkin sudah melekat, tidak bisa dipisahkan dari beliau,” kata Dadang.

Sumber : CNN Indonesia
Djamal Aziz dotcom bukan pemilik berita diatas.

WhatsApp chat