Melihat Sejarah Penyebab Muslim Uighur Alami Diskriminasi – Djamal Aziz dotcom

1. Pemerintah China Curiga Bangsa Uighur sebagai Pemberontak
Jika dilihat dari fisiknya, banga Uighur punya fisik putih, dan secara budaya lebih dekat dengan ras Turkistan. Nasib malang bangsa Uighur berawal saat perang dunia pecah. Saat itu warga Xinjiang, termasuk Uighur, berusaha bergabung dengan Soviet.

Namun tak berhasil, karena pasukan nasionalis kiriman Beijing akhirnya kembali memaksa warga Uighur bertahan dalam wilayah kedaulatan RRC pada 1949.

Sejak itu, warga Uighur dicap punya kecenderungan ‘memberontak’ oleh petinggi di Beijing. Kebijakan ekonomi China yang mengutamakan etnis Han makin memperburuk suasana.

2. Adanya Paranoid kalau Uighur Ingin Lepas dari RRC
Pemerintah China juga menaruh rasa curiga pada Uighur. Mereka dianggap ingin melepaskan diri dari RRC. Muncul diskriminasi tambahan Human Rights Watch mengatakan lebih dari 10 juta warga Uighur dipersulit untuk membuat paspor.

Berbeda dari warga Han yang mudah melenggang ke luar negeri, untuk etnis Uighur, petugas imigrasi mewajibkan mereka menyerahkan puluhan dokumen serta wawancara buat memeriksa ideologi politik mereka.

3. Bangsa Uighur Dituduh Masuk Jaringan Teroris
Akibat perlakuan diskirminasi itu, akhirnya bangsa Uighur menyerang balik bangsa Han. Sasaran mereka adalah aparat dari etnis Han. Serangan paling keras terjadi pada Januari 2007. Diperkirakan 18 orang Uighur ditembak mati dengan tuduhan bergabung dengan jaringan teroris internasional.

Bahkan ada kabar serangan militer ke beberapa kampung yang dituding sarang teroris, termasuk larangan berpuasa bagi warga Uighur selama Ramadan.

Namun hal itu dibantah oleh birokrat Partai Komunis. Partai yang masih berkuasa di China.

Sumber : Merdeka.com

Djamal Aziz dotcom bukan pemilik berita diatas.

WhatsApp chat