Liliyana Natsir: Jadi Atlet itu Berat – Djamal Aziz dotcom

Liliyana Natsir menyatakan ada banyak hal-hal yang hilang dan dikorbankan seiring upayanya menjadi atlet bulu tangkis nomor satu dunia.

Liliyana menyudahi kariernya sebagai pebulutangkis di ajang Indonesia Masters 2019. Setelah dalam dua dekade terakhir membawa nama Indonesia, Liliyana gantung raket dengan catatan satu medali emas Olimpiade, empat kali juara dunia, tiga kali juara All England, dan sederet gelar bergengsi lainnya.

Bagi Liliyana, menjadi atlet itu bukan perkara soal menang dan kalah di lapangan. Ada hal lain yang lebih berat dibandingkan saat bertanding, yaitu soal penerapan kedisiplinan dalam keseharian.

“Kehidupan sehari-hari sebagai atlet yang lebih susah [berat]. Misalnya, tiap Sabtu kita ditanya, ‘ngapain pulang cepet?’.”

“Lebaran, Natal, tetapi tak ada libur. Mama kadang tanya kok gak libur. Hal-hal itu yang terlewatkan oleh saya. Mulai besok,saya bisa sedikit agak santai,” ucap Liliyana seusai pertandingan final Indonesia Masters 2019.

Liliyana Natsir: Jadi Atlet itu BeratLiliyana Natsir menggeluti bulu tangkis sejak usia dini.

Liliyana sudah berjuang untuk jadi atlet bulutangkis sejak kecil. Ia merantau ke Jakarta sejak usia 12 tahun hingga akhirnya bisa masuk pelatnas lima tahun kemudian atau pada tahun 2002.

Liliyana lalu berhasil jadi juara dunia di tahun 2005 saat usianya baru akan genap 20 tahun. Selepas itu, Liliyana terus menorehkan prestasi tinggi untuk Indonesia.

Setelah meraih medali perak Olimpiade dan dua gelar juara dunia bersama Nova Widianto, Liliyana mulai berpasangan dengan Tontowi Ahmad. Bersama Tontowi Ahmad, Liliyana meraih medali emas Olimpiade, dua gelar juara dunia, dan tiga gelar All England.

Selain gelar-gelar tersebut, Liliyana mendapatkan banyak gelar seri turnamen BWF, baik bersama Nova maupun Tontowi.

Dengan sederet gelar tersebut, Liliyana dianggap sebagai salah satu pebulutangkis terbaik yang pernah dimiliki Indonesia. Liliyana bahkan memegang rekor sebagai pebulutangkis Indonesia dengan gelar juara dunia terbanyak, yaitu empat titel juara.

Selain itu Liliyana adalah atlet Indonesia dengan raihan medali Olimpiade terbaik yaitu satu emas dan satu perak dalam kariernya.

Sumber : CNN Indonesia
Djamal Aziz dotcom bukan pemilik berita diatas.

WhatsApp chat