KPU Bakal Buat Capres Lebih Rileks dalam Debat Kedua – Djamal Aziz dotcom

Komisi Pemilihan Umum (KPU) bakal membuat format debat capres kedua 2019 menjadi lebih rileks dibanding debat perdana. Ketua KPU Arief Budiman mengatakan hal itu dilakukan agar calon presiden dapat menjelaskan visi dan misinya lebih luwes dan santai.

“Prinsipnya kandidat harus dibuat rileks supaya idenya tersampaikan semua. Karena kalau kaku dan tegang yang dikhawatirkan tidak bisa menyampaikan visi misinya,” kata Arief di Gedung KPU, Senin (21/1).

Hal ini disampaikan usai rapat bersama Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Maruf Amin, Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uni, Badan Pengawas Pemilu, serta pemangku kepentingan lainnya.

Debat kedua bakal diselenggarakan 17 Februari di Hotel Sultan dan hanya diikuti calon presiden yakni Joko Widodo dan Prabowo Subianto. Mereka nantinya mengeksplorasi masalah sumber daya alam, energi, pangan, dan infrastruktur.

Salah satu hal yang disiapkan sehingga lebih rileks adalah penambahan durasi penyampaian visi dan misi. Para kandidat dalam debat pertama hanya diberi tiga menit menyampaikan visi, misi, dan program terkait penegakkan hukum, terorisme, dan HAM.

TKN dan BPN yang saat itu diwakilkan Aria Bima serta Priyo Budi Santoso mengusulkan durasi penyampaian visi misi sekitar 4-6 menit. Namun, hal itu masih akan dibahas lebih lanjut.

Usulan lainnya adalah debat yang tak akan dilakukan hanya dalam posisi berdiri seperti kali pertama. Arief menyatakan debat selanjutnya bahkan bisa dilakukan dalam posisi duduk.

“Ada sesi duduk, berdiri. Kalau berdiri tanpa podium, di kursi bersandar, atau dengan sofa rileks bisa buat nyaman bisa kami fasilitasi,” ucap Arief.

Tetapi, ia menegaskan KPU sama sekali belum memutuskan format baru debat. Menurut dia, hal itu akan difinalisasi dalam waktu dekat sehingga sudah bisa diputuskan ketika kembali bertemu perwakilan kedua pasang kandidat akhir pekan ini.

Terpisah, Komisioner KPU Wahyu Setiawan mengimbau masyarakat tak sepenuhnya menitikberatkan penyampaian visi dan misi calon presiden hanya melalui debat. Debat merupakan satu dari sembilan metode kampanye.

Imbauan serupa ditujukan kepada TKN, BPN, dan relawan. Menurut dia, mereka harus mengoptimalkan delapan metode kampanye lainnya seperti pertemuan tatap muka, terbatas, pemasangan peraga kampanye, dan media sosial dalam menyampaikan visi, misi, serta program kepada masyarakat.

“Kalau semua hanya bertumpu pada debat untuk informasi utuh. Kami terkendala sisi waktu. Kami mendorong metode lain dimanfaatkan,” kata Wahyu.

Sumber : CNN Indonesia
Djamal Aziz dotcom bukan pemilik berita diatas.

  •  
  • 1
  •  
  •  
    1
    Share
WhatsApp chat