Khofifah soal Tabloid Indonesia Barokah: Jaga Kesucian Masjid – Djamal Aziz dotcom

Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muslimat Nadlatul Ulama (NU) Khofifah Indar Parawansa angkat bicara terkait peredaran tabloid Indonesia Barokah di tengah masyarakat beberapa waktu terakhir.

Dia mengatakan, masalah peredaran tabloid itu terletak ketika disebarkan di masjid-masjid. Menurutnya, masjid seharusnya menjadi tempat yang dijaga kesuciannya.

“Tempat ibadah mari kita jaga kebersihannya. Kebersihan itu dalam arti bersih hati, perilaku, kesuciannya,” kata Khofifah saat ditemui usai menghadiri acara Pemberian Santunan bagi 1.000 Anak Yatim, di Komplek GBK, Sabtu (26/1).

Mantan Menteri Sosial itu mengatakan masjid adalah tempat berkumpulnya orang-orang yang berniat untuk menunaikan ibadah. Sehingga kesucian masjid harus dijaga agar tidak ada orang yang orang yang terprovokasi karena berita yang dipublikasi oleh tabloid Indonesia Barokah.

“Kita jaga agar di tempat ibadah tak ada suasana yang menjadikan [orang] terprovokasi dari berbagai pikiran yang akhirnya memungkinkan [orang] bersuuzan, yang mengotori seluruh perilaku,” ucap Khofifah.

Namun demikian, ia tak menjawab secara lugas terkait isi informasi yang terdapat di dalam tabloid Indonesia Barokah.

Gubernur Jawa Timur terpilih itu menekankan soal kaidah-kaidah jurnalistik yang harus ditaati dalam pembuatan sebuah berita

“Sekarang ada freedom of expression, kemudian ada produk jurnalistik. Nah produk jurnalistik itu harus mengikuti kaidah jurnalistik dan kita lihat dari kaidah itu adalah titik yang dilanggar,” katanya.

Ribuan eksemplar tabloid Indonesia Barokah ditemukan di sejumlah masjid di daerah, antara lain di Solo, Yogyakarta, Purwokerto, dan Karawang.

Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno, sebelumnya menduga tabloid Indonesia Barokah digunakan oleh kelompok lawan sebagai alat kampanye hitam untuk menyerang dirinya dan pasangannya Prabowo Subianto.

“Itu saya serahkan kepada aparat hukum, itu adalah bagian black campaign yang sudah kami sama-sama sepakati untuk tidak melakukannya. Akan tetapi, ternyata seperti 2014, versi 2019 keluar,” ujar Sandi.

Sumber : CNN Indonesia
Djamal Aziz dotcom bukan pemilik berita diatas.

WhatsApp chat