Ketegangan AS-China Diduga Sebabkan Turunnya Penjualan iPhone – Djamal Aziz dotcom

Apple memprediksi penjualan ponselnya, iPhone selama liburan mencapai 11 persen lebih rendah dari yang diperkirakan sebelumnya. Dilansir dari CNET, Apple memperkirakan penjualan iPhone berkisar US$55 miliar hingga US$59 miliar.

Prediksi ini menjadi titik data terbaru bagi pengamat Apple yang selama ini mempertanyakan kapan penjualan iPhone akan mencapai batas teoritis. Batas teoritis yang dimaksud adalah berapa jumlah unit yang bisa dijual setiap kuartal.

Apple memperkirakan telah menjual 66,6 juta iPhone pada kuartal fiskal pertamanya yang berakhir 29 Desember. Analis Bernsteun Toni Sacconaghi mengungkapkan angka ini turun 15 persen dari tahun sebelumnya.

Para analis masih mencari penyebab utama yang membuat Apple mengalami penurunan penjualan. Sebagian besar analis menyalahkan tingginya harga iPhone.

Apple membanderol lebih mahal iPhone terbaru dibandingkan MacBook Air entry level yang dimulai dari US$999.

Sebelumnya, pada 2 Januari lalu, Apple membagikan surat kepada para investor. CEO Apple Tim Cook menunjukkan perlambatan ekonomi China bersamaan dengan meningkatkan ketegangan hubungan dengan AS menjadi kendala.

Cook mengungkapkan perusahaan tetap berjuang untuk membuat produk yang cukup untuk dijual kepada pelanggan.

Sebagai catatan, walaupun penjualan iPhone menurun, secara keseluruhan Apple menghitung kenaikan pada pendapatan total. Apple mengantongi pendapatan sekitar US$84,3 miliar atau naik 4 persen dari tahun sebelumnya.

“Walaupun mengecewakan. Kami mengelola Apple untuk jangka panjang. Hasil kuartal ini menunjukkan bahwa kekuatan mendasar dari bisnis kami berjalan baik,” ungkap Cook.

iPhone Pegang Kendali

CNET pun menuliskan berkaca dari penghasilan kuartalan Apple, bisa dilihat ‘kekuatan’ iPhone dibandingkan produk Apple lainnya. Semua kategori produk Apple, mulai dari iPad hingga Mac telah berkembang.

Namun, iPhone tetap mewakili 60 persen dari penjualan Apple. Selain itu, pasar di luar AS memiliki peran ‘menghancurkan’ iPhone. Penjualan di Eropa, China dan Jepang seluruhnya mengalami penurunan.

Sedangkan, penjualan iPhone di Amerika dan Asia Pasifik meningkat. Dilansir dari Reuters, Apple mengatakan saat ini memiliki 360 juta pelanggan untuk layanannya sendiri dan pihak ketiga.

Mereka menargetkan untuk mencapai 500 juta pelanggan pada 2020. Selain itu, tercatat saat ini mereka memiliki 1,4 miliar perangkat aktif. Angka ini meningkat 100 juta dari tahun lalu. 900 juta di antaranya adalah iPhone.

Sumber : CNN Indonesia
Djamal Aziz dotcom bukan pemilik berita diatas.

WhatsApp chat