Kasus Setnov, Hukuman Fredrich Yunardi Ditambah 6 Bulan Penjara – Djamal Aziz dotcom

Mahkamah Agung (MA) memperberat hukuman Fredrich Yunadi dari 7 tahun menjari 7,5 tahun penjara. Hukuman itu masih jauh di bawah tuntutan jaksa KPK yaitu 12 tahun penjara.

“Kabul,” demikian lansir website MA, Kamis (21/3/2019).

Duduk sebagai ketua majelis yaitu hakim agung Salman Luthan dangan anggota hakim agung Prof Dr Krisna Harahap dan hakim agung Syamsul Rakan Chaniago. Selain itu, Fredrich juga dipidana denda Rp500 juta subsidair 8 bulan kurungan.

Majelis berkeyakinan bahwa Fredrich dengan sengaja berusaha mencegah, merintangi,menggagalkan penyidikan yang sedang dilaksanakan oleh KPK terhadap Setya Novanto.

Majelis berkeyakinan Pengacara mantan Ketua DPR itu terbukti dengan sengaja melakukan perbuatan (merekayasa kecelakaan) kendaraan yang ditumpangi oleh Setya Novanto dengan maksud (opzet als oogmerk) agar klien-nya luput dari pemeriksaan dan penahanan KPK.

Selama persidangan di PN Jakpus, Fredrich kerap ditegur Saifuddin lantaran ucapan atau sikapnya dinilai tidak pantas ditunjukkan di dalam ruang sidang. Mulai dari argumennya tentang ‘luka benjolan segede bakpao di dahi Novanto’ hingga sering menyebut saksi dengan panggilan ‘situ’ .

Sumber : CNN Indonesia
Djamal Aziz dotcom bukan pemilik berita diatas.

WhatsApp chat