Ethiopian Airlines Istirahatkan Sementara Boeing 737-8 MAX – Djamal Aziz dotcom

Maskapai Ethiopian Airlines memutuskan mengistirahatkan sementara armada pesawat Boeing seri 737-8 MAX. Hal ini dilakukan untuk proses penyelidikan terkait kecelakaan maut yang menewaskan 157 penumpang sekaligus awak di Ethiopia pada Minggu (10/3) pekan lalu.

“Terkait kejadian tragis penerbangan ET 302, Ethiopia Airlines memutuskan untuk mengistirahatkan sementara armada Boeing 737-8 MAX sejak kemarin sampai pemberitahuan selanjutnya,” demikian pernyataan maskapai Ethiopian Airlines, seperti dilansir AFP, Senin (11/3).

China juga memutuskan mengambil langkah sama, yakni tidak mengoperasikan sementara pesawat Boeing 737-8 MAX. Mereka meminta dilakukan inspeksi menyeluruh terhadap armada itu yang digunakan oleh maskapai di Negeri Tirai Bambu.

Pesawat Boeing 737-8 MAX milik Ethiopian Airlines jatuh di sebuah tanah kosong di dekat Desa Tulu Fara, Kota Bishoftu, tak jauh dari di ibu kota Addis Ababa. Burung besi itu dalam perjalanan menuju Nairobi, Kenya.

Tipe pesawat yang jatuh di Ethiopia sama dengan yang disewa oleh maskapai Lion Air dengan kode penerbangan PK-LQP. Pesawat yang disewa Lion Air itu jatuh di perairan Tanjung, Karawang, Jawa Barat pada 29 Oktober 2018 silam.

Tercatat sebanyak 32 korban berkewarganegaraan Kenya, 18 Kanada, sembilan Etiopia, delapan Italia, delapan China, delapan Amerika Serikat, tujuh Inggris, tujuh Perancis, enam Mesir, lima Belanda, empat India, empat Slovakia, tiga Austria, tiga Swedia, tiga Rusia, dua Maroko, dua Spanyol, dua Polandia, dan dua Israel.

Sementara masing-masing satu korban berasal dari Indonesia, Belgia, Somalia, Norwegia, Serbia, Togo, Mozambik, Rwanda, Sudan, Uganda, dan Yaman.

Hasil penyelidikan sementara, pilot Ethiopian Airlines dengan nomor penerbangan 302 itu sempat meminta untuk kembali, setelah beberapa menit lepas landas dari bandara Bole, Addis Ababa, pada pukul 08.38 pagi waktu setempat.

Pesawat Ethiopian Airlines itu hilang kontak dengan menara pengawas pukul 08.44 waktu setempat. Menurut saksi, dia melihat api menyala pada bagian belakang pesawat itu.

Saksi juga menyatakan pesawat itu sempat berbelok-belok tak tentu arah sebelum jatuh dan meledak. Pemerintah Ethiopia menyatakan 11 Maret 2019 sebagai hari berkabung nasional terkait kejadian itu.

Sumber : CNN Indonesia
Djamal Aziz dotcom bukan pemilik berita diatas.

WhatsApp chat