Erick Thohir: Indonesia Butuh Pemimpin yang Beri Arah Jelas – Djamal Aziz dotcom

Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Erick Thohir mengatakan yang dibutuhkan bangsa ini bukan hanya pemimpin yang peduli dengan rakyat. Erick menilai bangsa ini butuh pemimpin dengan program kerja yang jelas. Hal itu disampaikan Erick pascagelaran debat capres kedua, Minggu (17/2) malam.

“Negeri ini membutuhkan pemimpin yang tak hanya peduli dengan rakyat, tapi juga memberikan arah yang jelas dengan berdasarkan hasil kerja yang sudah diperlihatkan,” kata Erick Thohir dikutip dari akun Twitternya, @erickthohir, Senin (18/2) dini hari.

Erick menilai, dari jalannya debat kedua, dia menilai bahwa capres petahana, Joko Widodo telah membuktikan bahwa dirinya merupakan sosok pemimpin yang tepat.

“Dan dapat membawa kemajuan untuk Indonesia,” kata Erick menambahkan.

Menurut dia, di tangan Jokowi kelak, pengembangan infrastruktur, pengolahan industri pangan, sumber daya energi terbarukan dan lingkungan hidup berkelanjutan telah dipersiapkan, dan tetap akan menjadi prioritas.

“Prioritas untuk lima tahun ke depan,” ujar dia.

Sebelumnya, usai gelaran debat, dua kubu calon presiden baik Jokowi dan Prabowo saling berebut klaim kemenangan usai debat capres putaran kedua.

Dua kubu juga saling klaim soal siapa yang paling kuat menguasai tema debat.

Juru Bicara TKN, Ace Hasan Syadzily menilai Jokowi menang telak. Capres petahana itu dinilai menguasai masalah dengan menyampaikan capaian keberhasilan.

“Prabowo terkesan tidak menguasai masalah, miskin konsep, terutama hal-hal yang terkait dengan program yang lebih fokus, selalu mengulang-ngulang dan tidak nyambung,” kata Ace dalam keterangannya.

Ace menilai, Jokowi dalam paparan visi-misinya menegaskan perbedaan jauh dengan penantangnya. Ace menilai Prabowo melangit, Jokowi membumi.

Sementara itu, Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Ferry Juliantono mengklaim hal serupa. Dia mengklaim kemenangan 6-0 TKN Jokowi-Ma’ruf tidak berdasar. Menurut dia, justru dalam debat tersebut Prabowo menang telak 6-0.

Dia menjelaskan dalam debat tersebut Prabowo menegaskan tidak ingin impor karena beberapa komoditas pangan bisa diproduksi di dalam negeri.

“Sebenarnya yang terpenting yakni menyediakan harga yang terjangkau tidak harus impor namun memotong mata rantai produksi,” ujarnya seperti dikutip dari Antara.

“Prabowo dalam debat menghindari menyudutkan pribadi namun sebaliknya Jokowi menyebutkan tanah yang sebenarnya bukan milik Prabowo namun itu Hak Guna Usaha yang pada periode tertentu dikembalikan kepada negara,” katanya menambahkan.

Sumber : CNN Indonesia
Djamal Aziz dotcom bukan pemilik berita diatas.

WhatsApp chat