Eks Aktivis 98 Bantah ‘Serang’ Prabowo Lewat Rekomendasi DPR – Djamal Aziz dotcom

Eks aktivis ’98 Faisol Reza menyatakan dirinya tidak bermaksud menjatuhkan Prabowo Subianto jelang Pilpres 2019 ketika meminta pemerintah menyelesaikan kasus pelanggaran HAM 1997-1998 sesuai rekomendasi DPR.

Sebelumnya, Faisol yang juga anggota Komisi XI DPR fraksi PKB mengirim surat kepada Ketua DPR Bambang Soesatyo. Dia meminta Bamsoet untuk mengirim surat kepada pemerintah agar menjalankan rekomendasi DPR tahun 2009 dalam rangka menyelesaikan kasus penculikan aktivis 1997-1998.

“Upaya seperti ini sudah lama. Sejak setelah keluar dari penculikan. Tidak ada dasar hanya muncul saat pemilu,” ucap Faisol saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis malam (24/1).

Faisol mengatakan dirinya bersama teman-teman aktivis yang diculik serta keluarga sudah lama menuntut agar kasus tersebut diselesaikan. Misalnya dengan aksi Kamisan di seberang Istana Negara Jakarta.

Dulu, kata Faisol, dirinya dan teman-teman juga pernah menggelar aksi di markas Komando Pasukan Khusus (Kopassus), Komando Strategis Angkatan Darat (Kostrad), dan Kantor Kepala Staf TNI AD.

“Itu bagian dari perjuangan kita. Kita sudah berpuluh-puluh tahun. Bukan lagi belasan tahun,” ucap Faisol.

“Jadi kalau ada menuduh, hanya muncul jelang pemilu, itu sah sah aja. Tapi orang itu tidak memahami kasus ini,” lanjutnya.

Faisol mengamini bahwa Prabowo merupakan orang yang dituduh bertanggung atas penculikan aktivis medio 1997-1998 silam. Hal itu adalah lazim dibicarakan.

Namun, dia membantah motifnya mendorong pemerintah menyelesaikan kasus pelanggaran HAM 1998-1997 untuk menjatuhkan pamor Prabowo selaku capres.

“Saya tentu dengan keluarga korban ingin keadilan yang seharusnya diberikan oleh pemerintah. Tetapi keadilan itu kalau menyangkut atau terkait dengan calon yang lain, ya itu urusan hukum,” ucap Faisol.

Faisol lantas menjelaskan motifnya mengirim surat kepada Ketua DPR. Dia mengatakan dirinya memiliki beban moral untuk melakukan itu. Terlebih saat ini Faisol adalah anggota DPR.

Dia ingin benar-benar membantu keluarga 13 aktivis yang hingga kini tidak diketahui keberadaannya. Faisol menganggap penting bagi pemerintah untuk menemukan kembali para aktivis atau menyatakan bahwa mereka sudah meninggal dunia setelah diculik.

“Agar keluarga tidak mencari lagi,” ucap Faisol.

Faisol juga menganggap dirinya memiliki beban moral untuk membantu keluarga agar mendapat kompensasi dan rehabilitasi dari pemerintah. Dia berharap pemerintah melakukan itu semua dalam waktu dekat.

“Presiden Jokowi punya tanggung jawab karena sekarang ini rekomendasi ada tangan presiden Jokowi,” ucap Faisol.

Faisol mengatakan dirinya juga bakal mengirim surat kepada Presiden Joko Widodo pada Jumat (25/1). Isinya sama, yakni meminta Jokowi agar menjalankan rekomendasi DPR tahun 2009 terkait penyelesaian kasus penculikan secara paksa 1997-1998 silam.

“Besok pagi saya kirim ke presiden,” kata Faisol.

Bahkan dia mengatakan juga menyiapkan sejumlah langkah untuk mengungkap kasus tersebut lebih dalam. Namun, dia belum mau merinci.

“Ada beberapa hal yang akan saya lakukan dalam membongkar kembali kasus itu agar menemukan teman-teman yang hilang,” ujar Faisol.

Sumber : CNN Indonesia
Djamal Aziz dotcom bukan pemilik berita diatas.

  •  
  • 1
  •  
  •  
    1
    Share
WhatsApp chat