Diblokade Maduro, Oposisi Umumkan Pusat Bantuan Baru – Djamal Aziz dotcom

Oposisi Venezuela mengumumkan pusat penerimaan bantuan baru setelah Presiden Nicolas Maduro menutup akses bagi pihak asing yang ingin memberikan pasokan kebutuhan sehari-hari ke negara krisis tersebut.

Pemimpin oposisi yang kini sudah diakui oleh 50 negara sebagai presiden interim Venezuela, Juan Guaido, mengatakan bahwa pusat bantuan baru ini sangat dibutuhkan karena sekitar 300 ribu warga berisiko meninggal karena krisis.

Duta Besar Guaido untuk Brasil, Maria Teresa Belandria, mengatakan bahwa pusat bantuan itu akan dibangun di Roraima, di dekat perbatasan tenggara Venezuela.

Belandria mengatakan kepada AFP bahwa ia sudah mendapatkan izin dari Menteri Luar Negeri Brasil, Ernesto Araujo, untuk mendirikan pusat penerimaan bantuan itu.

Kepala tim distribusi Guaido, Lester Toledo, pun mengatakan bahwa pusat penerimaan bantuan Roraima akan mulai menerima kiriman pekan depan.

“Kami akan mendistribusikannya ke seluruh pelosok negara untuk memastikan bantuan kemanusiaan dapat masuk sehingga kami dapat menangani krisis ini,” ucap Guaido.

Namun, Menteri Pertahanan Venezuela, Vladimir Padrino, mengumumkan bahwa angkatan bersenjata akan dikerahkan “untuk menunjukkan kehadiran di sepanjang perbatasan.”

Sebelumnya, Guaido sudah memperingatkan militer, yang masih setia kepada Maduro, agar tidak mememblokade bantuan kemanusiaan.

Ia juga menyebut pemblokiran akses bantuan kemanusiaan ini “hampir seperti genosida” dan militer kemungkinan bertanggung jawab atas kematian 40 demonstran dalam unjuk rasa anti-Maduro sejak 21 Januari lalu.

Di tengah unjuk rasa menolak Maduro itu lah Guaido memproklamirkan diri sebagai pemimpin interim Venezuela. Ia langsung mendapatkan dukungan dari AS dan puluhan negara lain.

Maduro yang masih memegang sumpah sebagai Presiden Venezuela pun menolak bantuan AS itu karena menganggapnya sebagai “pertunjukan politik.”

Di bawah kepemimpinan Maduro, warga Venezuela harus berjuang mati-matian untuk mendapatkan kebutuhan dasar di tengah hiperinflasi yang membuat gaji dan tabungan mereka tak berharga.

Guaido menganggap pemblokiran bantuan oleh Maduro hanya cara pemimpin sosialis itu untuk mengulur waktu. Ia pun menekankan tidak akan berkompromi dengan Maduro.

“Demokrasi jauh lebih dekat dari sebelumnya. Masa depan milik kita!” kata Guaido di hadapan para pendukungnya.

Sumber : CNN Indonesia
Djamal Aziz dotcom bukan pemilik berita diatas.

  •  
  • 1
  •  
  •  
    1
    Share
WhatsApp chat