Coba MRT ke Kantor, Anies Akui Belum Ada Sarana Disabilitas – Djamal Aziz dotcom

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menggunakan Moda Raya Terpadu (MRT) dalam perjalanan menuju kantornya di Balai Kota DKI Jakarta pagi tadi. Anies menggunakan MRT dari Stasiun Lebak Bulus menuju Stasiun Bundaran Hotel Indonesia (HI).

Dari Halte Bundaran HI, Anies menggunakan Transjakarta menuju ke Halte Balai Kota. Stasiun Bundaran HI terkoneksi dengan Halte Transjakarta dengan menggunakan anak tangga. Setidak-tidaknya ada 63 anak tangga terlebih dahulu yang harus dilewati.

Mengenai itu, Anies mengaku fasilitas untuk para penumpang yang tersedia antara penghubung MRT dan Halte Bundaran HI baru tangga. Sementara akses untuk disabilitas masih dalam tahap pengerjaan.

Untuk sementara bagi penyandang disabilitas, mereka diarahkan menggunakan eskalator yang juga sudah tersedia di sana.

“Karena ini dibuat masih menggunakan tangga jadi bagi penyandang disabilitas itu harus menggunakan eskalator atau lift,” kata Anies di Halte Bundaran HI, Jakarta, Senin (25/3).

Anies mengatakan, belum rampungnya akses bagi disabilitas ini akan menjadi pembelajaran buat Pemprov DKI Jakarta bahwa pembangunan harus dilakukan secara terintegrasi. Setiap desain infrastruktur harus memenuhi kebutuhan semua unsur pengguna transportasi.

“Ini sekaligus menjadi pembelajaran bahwa perencanaan tidak boleh sendiri-sendiri. Tapi sudah terlanjur desainnya jadi seperti ini. Kita berharap di fase berikutnya semuanya sudah disiapkan untuk seluruh warga, siapapun mereka,” kata Anies.

Terkait evaluasi pengoperasian MRT, Anies tak berbicara banyak mengenai viral-nya foto warga yang makan dan sampah berserakan di stasiun MRT. Dia hanya menyebut bahwa antusias masyarakat sangat tinggi terhadap moda terbaru di Ibu Kota ini.

“Ya kemarin sudah baik, kalau liat evaluasi kemarin, kita mulai melakukan pembatasan sampai 80 ribu penumpang dan antrean sudah terjadi,” ucap Anies.

Dia juga menekankan saat ini sudah tidak ada penumpang yang makan dan minum di stasiun MRT. Anies mengatakan masyarakat hanya butuh waktu penyesuaian budaya, sama seperti saat pengoperasian pertama Transjakarta.

“Tidak bawa makanan itu sudah terjadi kemarin, ini yang terus kita lihat. Di Transjakarta aja bisa pelanggan tidak makan, apalagi di MRT. Jadi nanti kita edukasinya juga bersama-sama,” tutur dia.

Sumber : CNN Indonesia
Djamal Aziz dotcom bukan pemilik berita diatas.

WhatsApp chat