Berulang Kali Ke KPK, Politikus Gerindra Ini Ingin Diperiksa Soal Kasus e-KTP

Merdeka.com – Politikus Partai Gerindra, Djamal Aziz, sudah berulang kali mendatangi Gedung KPK. Dia ingin segera diperiksa saksi kasus dugaan korupsi proyek e-KTP dengan tersangka Markus Nari. Namun panggilan belum juga datang padanya.

 

“Saya itu berharap (diperiksa) minggu ini. Tapi belum ditelepon jadi ya sudah saya menunggu reschedule, datang ke sini saya tanya kapan saya dipanggil,” ujar Djamal Aziz di Gedung KPK Jakarta Selatan, Senin (23/4/2018).

 

Mantan anggota DPR ini mengaku baru diperiksa satu kali sebagai saksi untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka Markus Nari. Saat dipanggil tim penyidik untuk kembali diperiksa, Djamal kerap meminta pemeriksaannya untuk dijadwalkan ulang.

 

“Saya baru sekali diperiksa terkait Markus Nari tapi belum pernah diperiksa lagi,” sambung mantan anggota Komisi II ini.

 

Sebelumnya, KPK menetapkan Markus Nari sebagai tersangka dalam kasus e-KTP. Markus merupakan tersangka kelima dalam skandal megakorupsi ini.

 

Penyidik menduga Markus memperkaya diri sendiri atau orang lain. Oleh karena itu, penyidik mengenakan Pasal 3 atau Pasal 2 ayat 1 Undang-Undang 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

 

Ini merupakan status tersangka kedua bagi Markus. Markus Nari diduga menekan mantan anggota Komisi II DPR Miryam S Haryani agar memberikan keterangan tidak benar pada persidangan.

 

Markus Nari juga diduga memengaruhi terdakwa Irman dan Sugiharto pada persidangan kasus e-KTP.

 

Atas perbuatannya, KPK menyangkakan Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 kepada Markus.

(mdk/lia)

Tinggalkan Balasan

WhatsApp chat