Bawaslu Panggil Zulkifli Hasan Pekan Depan soal Munajat 212 – Djamal Aziz dotcom

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta akan memanggil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (Zulhas) terkait pidato di Malam Munajat 212.

Anggota Bawaslu DKI Jakarta Puadi menyebut pemanggilan Zulhas akan dilakukan pekan depan.

“Lagi mengatur waktunya apakah hari Selasa (5/3) atau Rabu (6/3). Kemungkinan hari Rabu baru bisa dipanggil,” kata Puadi saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (28/2).

Sebelum itu, Bawaslu DKI bakal memanggil dan melakukan klarifikasi terhadap pelapor, Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi. Pemanggilan dilakukan Jumat (1/3).

Puadi mengatakan pemeriksaan Zulhas berdasarkan laporan dari TKN DKI Jakarta. Namun, Bawaslu DKI sebelumnya sudah melakukan pengusutan, termasuk memeriksa UPK Monumen Nasional dan MUI DKI Jakarta sebagai penyelenggara.

“Bukan berarti [dengan adanya pelaporan], penelusuran dianggap gugur, tidak. Artinya tetap mencari bukti-bukti kuat untuk memenuhi unsur adanya dugaan pelanggaran atau tidak,” ujarnya.

Puadi menambahkan pelaporan akan diproses dalam jangka waktu yang ditentukan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (UU Pemilu).

Lihat Juga :   Prabowo Berhenti Orasi saat Azan Berkumandang - Djamal Aziz dotcom

“Bawaslu DKI punya waktu empat belas hari untuk klarifikasi,” ujarnya.
Lihat juga: Punya Bukti, Jurnalis Laporkan Lagi Intimidasi di Munajat 212
Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf DKI Jakarta melaporkan Ketua MPR RI sekaligus Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan ke Bawaslu DKI Jakarta.

Zulhas dilaporkan atas dugaan pelanggaran pemilu karena menyampaikan pidato bernada politis di gelaran Malam Munajat 212, Kamis (21/2).

Dalam acara itu, Zulhas meminta massa aksi meneriakkam nomor dua saat dirinya berteriak presiden.

“Pemilihan menentukan nasib kita, nasib Indonesia. Persatuan nomor 1, soal Presiden?” pekik Zulhas sebanyak tiga kali.

“Nomor 2!” saut peserta aksi.
Zulhas dilaporkan melanggar aturan terkait kampanye rapat umum, yaitu kampanye di depan lebih dari dua ribu massa di lapangan terbuka. Sesuai aturan, kampanye rapat umum baru bisa digelar 24 Maret-13 April 2019.

Sumber : CNN Indonesia
Djamal Aziz dotcom bukan pemilik berita diatas.

WhatsApp chat