Bakti Kuasai 60 Persen Kapasitas Internet Satelit Nusantara 1 – Djamal Aziz dotcom

Satelit Nusantara 1 yang digawangi oleh Pasifik Satelit Nusantara (PSN) sudah bekerja sama dengan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan informatika (BAKTI) untuk menyediakan kapasitas broadband di Indonesia.

Direktur Jaringan PSN Heru Dwikartono mengatakan Bakti menyewa 60 persen kapasitas broadband Nusantara 1.

Kontrak ini memiliki durasi selama lima tahun. Sisanya digunakan untuk mendukung layanan internet milik PSN.

“HTS (High Throughput Satellite) 60 persen kita ada kontrak dengan Bakti,” tutur Heru saat acara konferensi pers di Kantor PSN, Kuningan, Jakarta Selatan (22/2).

PSN merupakan salah satu dari lima perusahaan yang bekerja sama dengan Bakti untuk meningkatkan kapasitas broadband Indonesia. Kelima perusahaan menjadi alternatif Bakti sembari menunggu Satelit Satria meluncur ke ruang angkasa pada 2023 mendatang.

Heru mengatakan saat kontrak telah habis, ia mengatakan akan mengalihkan kapasitas broadband untuk layanan internet perusahaan. Selain itu ia juga mengatakan kapasitas tersebut terbuka bagi penyedia jasa internet dan operator telekomunikasi.

“Kalau Bakti tidak memperpanjang ya kita kan jual sebagai layanan untuk siapa saja. Seiring berjalannya waktu, nanti dilihat ‘oh butuh produk ini’ ya keluarkan produk lain lagi. Intinya core layanannya adalah broadband internet, tutur Heru.

Heru mengatakan pada kuartal kedua 2020, pihaknya akan kembali meluncurkan High Throughput Satellite (HTS) Nusantara 2. Kemudian pada 2022, pihaknya juga akan meluncurkan HTS Nusantara 3.

Heru menjelaskan desain Satelit Nusantara 3 akan menunggu hasil tender untuk Satelit Satria. Apabila PSN memenangi tender, maka desain Satelit Nusantara 3 akan mengikuti keinginan Bakti.

“Ya kalau kita menang tender tentunya kita akan bisa mengikuti desain Bakti. Kalau misalkan tidak dapat, Nusantara 3 akan kita desain sesuai dengan kebutuhan kita ,” kata Heru.

Sebagai informasi Bakti berencana akan mengorbitkan satelit multifungsi. Satelit ini akan memberikan sinyal broadband ke daerah terluar Indonesia khususnya di Kalimantan dan Papua.

Setidaknya ada 140 ribu titik yang tidak dapat diakses oleh fiber optik. Satelit ini akan mendukung jaringan komunikasi untuk 93.900 sekolah, 47.900 kantor pemerintahan, 3.700 puskesmas, dan 3.900 markas polisi dan TNI yang sulit dijangkau kabel optik.

Sumber : CNN Indonesia
Djamal Aziz dotcom bukan pemilik berita diatas.

WhatsApp chat